Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Sejauh mana perniagaan dropshipping itu halal

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan kepada hal-hal yang Engkau haramkan. Dan jadikanlah aku merasa puas dengan kemurahan-Mu sehingga aku tidak mengharapkan kemurahan selain kemurahan-Mu.”

Dalam keterpaksaan mencari cabang rezeki yang lain..
Dalam keghairahan mencari duit tambah..
Dalam kepesatan arus perniagaan..

Akhirnya..aku akui..ia bukan semudah ABC123 untuk menuruti kehendak syariat dalam mencari rezeki halal demi sesuap nasi.

Pengalaman aku sendiri beberapa kali sudah terkena. Yang akhirnya..aku dah malas nak beli cara online. Antaranya aku beli t-shirt maternity, baby cot dan baru baby. Yang maternity tshirt tu setuju nak color lain..bila dah bayar ckp color tu x available pulak. Terima jer la color lain dengan trpaksa. Yang baby cot, nak color dan design lain, lps bayar org tgh tu ckp xde spec mcm tu, yg hampir2 sama jer. Bila brg sampai..tgk design pon lain sket...Arghhhh! Yang barut baby tu plk..harga bende alah tu cuma rm28..tp kos byrn paypal sampai dkt rm100! Gila kentang!

Ketidakjujuran ni bukan saja berlaku dari pihak penjual secara kecil-kecilan malahan penjual yang nampak gah di talian pun MENIPU. Jika sebarang jenis/cara perniagaan dijalan secara telus/jelas dan mengikut syariat, baguslah..go on dengan cara begitu. Tiba-tiba hari ini seorang bff up psl dropshipping itu haram. Aku cari beberapa artikel yang berkaitan. Apa yang aku faham...readers boleh baca dari artikel di bawah. Malas pulak aku nak alih bahasa.

Dropshipping

Hadirnya sistem dropshipping bak hembusan angin surga bagi banyak orang untukDAPAT mewujudkan impian menjadi penguaha sukses. Betapa tidak. Dengan sistem dropshipping, Anda dapat menjual berbagai produk ke konsumen, tanpa butuh modal atau berbagai piranti keras lainnya. Yang dibutuhkan hanyalah foto-foto produk yang berasalkan dari supplier/toko. Anda dapat menjalankan usaha sistem ini walau tanpa membeli barang terlebih dahulu, dan ajaibnya, dropshipper dapat menjualnya ke konsumen dengan harga yang dia tentukan sendiri.
Dalam sistem dropshipping, konsumen terlebih dahulu membayar secara tunai atau transfer ke rekening dropshipper. Selanjutnya dropshipper membayar ke supplier sesuai harga beli dropshipper disertai ongkos kirim barang ke alamat konsumen. Dropshipper berkewajiban menyerahkan data konsumen, yakni berupa nama, alamat, dan nomor telepon kepada supplier. Bila semua prosedur terebut dipenuhi, supplier kemudian mengirimkan barang ke konsumen. Namun perlu dicatatkan, walau supplier yang mengirimkan barang, tetapi nama dropshipper-lah yang dicantumkan sebagai pengirim barang. Pada transaksi ini, dropshipper nyaris tidak megang barang yang dia jual. Dengan demikian, konsumen tidak mengetahui bahwa sejatinya ia membeli barang dari supplier (pihak kedua), dan bukan dari dropshipper (pihak pertama).

Keuntungan Sistem Dropshipping

Beberapa keuntungan sistem dropshipping antara lain:
1. Dropshipper mendapat untung atau fee atas jasanya memasarkan barang milik supplier.
2. Tidak membutuhkan modal besar untuk menjalankan sistem ini.
3. Sebagai dropshipper, Anda tidak perlu menyediakan kantor dan gudang barang.
4. Walau tanpa berbekal pendidikan tinggi, asalkan cakap berselancar di dunia maya, Anda dapat menjalankan sistem ini.
5. Anda terbebas dari beban pengemasan dan distribusi produk.
6. Sistem ini tidak kenal batas waktu atau ruang, alias Anda dapat menjalankan usaha ini kapan pun dan di mana pun Anda berada.

Hukum Sistem Dropshipping

Jangan hanya sebatas memikirkan kemudahan atau besarnya keuntungan. Status halal dan haram setiap jenis usaha yang hendak Anda jalankan harusnya menempati urutan pertama dari semua pertimbangan. Sikap ini selaras dengan doa Anda kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan kepada hal-hal yang Engkau haramkan. Dan jadikanlah aku merasa puas dengan kemurahan-Mu sehingga aku tidak mengharapkan kemurahan selain kemurahan-Mu.”
Dan untuk mengetahui status hukum halal-haram suatu perniagaan, Anda harus melihat tingkat keselarasan sistemnya dengan prinsip-prinsip dasar perniagaan dalam syariat. Bila perniagaan selaras dengan prinsip syariat, halal untuk Anda jalankan. Namun bila terbukti menyeleweng dari salah satu prinsip atau bahkan lebih, sepantasnya Anda mewaspadainya. Berikut beberapa prinsip syariat dalam perniagaan sistem dropshipping yang perlu Anda cermati.
Prinsip Pertama: Kejujuran
Berharap mendapat keuntungan dari perniagaan bukan berarti menghalalkan dusta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya arti kejujuran dalam perniagaan, di antara melalui sabdanya, “Kedua orang yang terlibat transaksi jual-beli, selama belum berpisah, memiliki hak pilih untuk membatalkan atau meneruskan akadnya. Bila keduanya berlaku jujur dan transparan, maka akad jual-beli mereka diberkahi. Namun bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya keberkahan penjualannya dihapuskan.” (Muttafaqun ‘alaih)
Prinsip Kedua: Jangan Menjual Barang yang tidak Anda Miliki
Islam sangat menekankan kehormatan harta kekayaan kepada para penganutnya. Karena itu Islam mengharamkan berbagai bentuk tindakan merampas atau pemanfaatan harta orang lain tanpa izin atau kerelaan darinya. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisa’ 29).
“Tidak halal harta orang Muslim, kecuali atas dasar kerelaan jiwa darinya.” (HR. Ahmad, dan lainnya). Begitu besar penekanan Islam tentang hal ini, sehingga Islam menutup segala celah yangDAPAT menjerumuskan umat Islam kepada praktik memakan harta saudaranya tanpa alasan yang dibenarkan.
Prinsip Ketiga: Hindari Riba dan Berbagai Celahnya
Sejarah umat manusia telah membuktikan bahwa praktik riba senantiasa mendatangkan kehancuran tatanan ekonomi masyarakat. Wajar bila Islam mengharamkan praktik riba dan berbagai praktik niaga yang dapat menjadi celah terjadinya praktik riba. Di antara celah riba yang telah ditutup dalam Islam adalah dalam hal menjual kembali barang yang telah Anda beli namun secara fisik belum sepenuhnya Anda terima dari penjual.
Belum sepenuhnya Anda terima bisa jadi:
(1) Anda masih satu majelis dengan penjual, atau
(2) Fisik barang belum Anda terima, walaupun Anda telah berpisah tempat dengan penjual.
Pada kedua kondisi tersebut Anda belum dibenarkan menjual kembali barang yang telah Anda beli. Hal ini mengingat kedua kondisi tersebut menyisakan celah terjadinya praktik riba. Sahabat Ibnu Umar Radhiallahu‘anhuma mengisahkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari menjual kembali setiap barang di tempat barang itu dibeli, hingga barang itu dipindahkan oleh para pembeli ke tempat mereka masing-masing.” (HR. Abu dawud dan Al-Hakim)
Dalam hadis lain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa membeli bahan makanan, maka janganlah ia menjualnya kembali hingga ia benar-benar telah menerimanya.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Dan saya berpendapat bahwa segala sesuatu hukumnya seperti bahan makanan.” (Muttafaqun ‘alaih)
Sahabat Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma ditanya lebih lanjut tentang alasan larangan tersebut menyatakan, “Yang demikian itu karena sebenarnya yang terjadi adalah menjualDIRHAM dengan dirham, sedangkan bahan makanannya ditunda (sekadar kedok belaka).” (Muttafaqun ‘alaih)
Sistem dropshipping pada praktiknya bisa melanggar ketiga prinsip terebut, atau salah satunya, sehingga keluar dari aturan syariat alias haram. Seorang dropshipper bisa aja mengaku sebagai pemiliki barang atau sebagai agen. Padahal kenyataannya tidak demikian. Karena dusta, konsumen menduga ia mendapatkan barang dengan harga murah dan terbebas dari praktik percaloan. Padahal kenyataannya tidak demikian. Andai ia menyadari sedang berhadapan dengan seorang agen atau pihak kedua, bisa saja ia mengurungkan pembeliannya.
Pelanggaran bisa juga berupa dropshipper menawarkan, lalu menjual barang yang belum ia terima. Ini walaupun ia telah membelinya dari supplier. Dengan demikian, dropshipper melanggar larangan Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana tersebut dalam di atas. Atau bisa jadi dropshipper menentukan keuntungan melebihi yang diizinkan supplier. Jelaslah, ulah dropshipper merugikan supplier, karena barang dagangan miliknya telat laku, atau bahkan kehilangan pasar.
Solusi
Agar terhindar dari berbagai pelanggaran-pelanggaran terebut, AndaDAPAT melakukan salah dari beberapa alternatif berikut ini.
Alternatif Pertama: Sebelum menjalankan sistem dropshipping, terlebih dahulu Anda menjalin kesepakatan kerjasama dengan supplier. Atas kerjasama ini Anda mendapatkan wewenang untuk turut memasarkan barang dagangannya. Atas partisipasi Anda, Anda berhak mendapatkan fee alias upah yang nominalnya telah disepakati bersama. Penentuan fee bisa saja dihitung berdasarkan waktu kerjasama. Atau berdasarkan jumlah barang yang telah Anda jual. Bila alternatif ini yang Anda pilih,  berarti Anda bersama supplier menjalin akad ju’alah (jual jasa). Ini salah satu model akad jual-beli jasa yang upahnya ditentukan sesuai hasil kerja, bukan waktu kerja.
Alternatif Kedua: Anda dapat mengadakan kesepakatan dengan calon konsumen. Atas jasa Anda untuk pengadaan barang, Anda mensyaratkan imbalan dalam nominal tertentu. Dengan demikian, Anda menjalankan model usaha jual-beli jasa, atau semacam biro jasa pengadaan barang.
Alternatif Ketiga: Anda dapat menggunakan skema akad salam. Dengan demikian, Anda berkewajiban menyebutkan berbagai kriteria barang kepada calon konsumen, baik dilengkapi dengan gambar barang atau tidak. Setelah ada calon konsumen yang berminat terhadap barang yang Anda tawarkan dengan harga yang disepakati, barulah Anda mengadakan barang. Skema salam barangkali yang paling mendekati sistem dropshipping. Walau demikian, perlu dicatat adanya dua hal penting yang mungkin membedakan di antara keduanya.
1. Dalam skema akad salam, calon konsumen harus membayar tunai alias lunas pada awal akad.
2. Semua risiko selama pengiriman barang hingga barang tiba di tangan konsumen menjadi tanggung jawab dropshipper, dan bukan supplier.
Alternatif Keempat: Anda menggunakan skema akad murabahah lil ‘amiri bissyira’ (pemesanan tidak mengikat). Yaitu ketika ada calon konsumen yang tertarik dengan barang yang Anda pasarkan, segera Anda mengadakan barang tersebut sebelum ada kesepakatan harga dengan calon pembeli. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, segera Anda mengirimkannya ke calon pembeli. Setiba barang di tempat calon pembeli, barulah Anda mengadakan negosiasi penjualan dengannya. Calon pembeli memiliki wewenang penuh untuk membeli atau mengurungkan rencananya.
Mungkin Anda berkata, bila alternatif tersebut yang saya pilih, betapa besar risiko yang harus saya pikul. Betapa susahnya kerja saya. Terlebih bila calon pembeli berdomisi jauh dari tempat tinggal saya.
Saudaraku, apa yang Anda utarakan benar adanya. Karena itu, mungkin alternatif tersebut yang paling sulit untuk diterapkan. Terutama bila Anda menjalankan bisnis secara online. Walau demikian, bukan berarti risiko besar tidakDAPAT ditanggulangi. Untuk menanggulanginya, sebagai penjual, Anda dapat mensyaratkan hak khiyar (hak pilih membatalkan pembelian) kepada supplier dalam batas waktu tertentu. Dengan demikian, bila calon pembeli batal membeli, Anda dapat mengembalikan barang kepada supplier. Sebagaimana Anda juga dapat mensyaratkan kepada calon pembeli bahwa bila batal membeli, ia menanggung seluruh biaya mendatangkan barang dan mengembalikannya kepada supplier.
Semoga dapat menambah khazanah ilmu agama Anda. Semoga Allah Ta’ala memudahkan dan memberkahi perniagaan Anda. Wallahu Ta’ala a’alam bisshawab.
Keterangan dia atas adalah artikel yang ditulis oleh Dr. Muhammad Arifin Badri, dan diterbitkan dalam majalah Pengusaha Muslim edisi 31. Pada edisi ini, majalah Pengusaha Muslim secara khusus mengupas Halal-haram Bisnis Online. Berikut beberapa artikel penting lainnya:
1. Halal-haram
Artikel ini ditulis oleh Ustadz Aris Munandar, M.PI. Secara khusus mengupas batasan halal-haram melakukan bisnis iklan melalui.
2. Kaidah Umum Bisnis Online yang Halal
Secara khusus, melalui artikel ini, Dr. Muhammad Arifin Baderi mengupas batasan umum dalam kerangka kajian fikih mengenai bisnis online yang banyak diterapkan pelaku bisnis dunia maya
3. Hukum Bisnis Afiliasi
Afiliasi ebook yang sempat booming di dunia maya, ternyata menyimpan banyak masalah. Oleh Dr. Muhammad Arifin Baderi, disimpulkan bahwa bisnis ini sejatinya bertentangan dengan aturan syariah.
4. Masalah Software Bajakan
PenggunaINTERNET, umumnya tidak bisa lepas dari software andalannya. Di sisi lain, nilai nominal sebuah software, hampir tidak sepadan dengan keuntungan yang didapatkan. Adakah jalan pintas yang dihalalkan? Anda bisa simak studi kasus oleh Ustadz Kholid Samhudi, Lc. dalam artikel ini.
5. Transaksi salam online
Transaksi salam merupakan salah satu alternatif untuk model bisnis online yang halal. Bagaimana bentuk transaksi ini? Dr. Erwandi Tarmidzi mengajak anda untuk memahaminya dari sudut pandang fikih klasik dan kontemporer.
6. ZakatUANG Paypal
Di rubrik zakat, Ustad Muhammad Yasir, Lc menyesuaikan artikelnya dengan mengupas aturan zakat untuk Paypal

http://www.konsultasisyariah.com/hukum-jualan-sistem-dropshipping/

Hadiah dari syurga

Alhamdulillah, malam tadi ada saudara bertandang ke rumah untuk order set kesuburan Shaklee. Pasangan ini dah beberapa kali membuat rawatan IUI dan pernah melakukan IVF. Respect sebab memang golongan macam kita tak boleh sesekali berputus asa. Selagi ada ruang, peluang dan kemampuan, usaha mesti diteruskan juga.

Aku bukanlah taksub hanya dengan sesuatu usaha sahaja. Semua usaha yang termampu patut dicuba. Kalau kita suka memandang remeh petua atau saranan orang tentang usaha ini, siapa yang rugi kan..mana tahu usaha yang sekecil-kecil boleh membuahkan hasil yang sangat diharapkan.

Teringat ceramah Ustaz Dr. Mohd Zulkifli Al-Bakri tak lama dulu..kisahnya..ada sorg lelaki yang rajin ke masjid. Dalam satu tempoh, dia tak nampak sahabat itu di masjid untuk beberapa ketika. Pada suati malam, kawan tadi hadir semula ke masjid. Namun, ada sesuatu yang mendorong sahabat ini bertanya pada kawannya. Ada sesuatu kekeruhan dan kerisauan di wajah sahabat dia. Maka sahabat ni pun bertanya akan masalah lelaki ini. Namun, lelaki ini berat untuk menyatakan masalahnya. Tapi dipujuknya oleh sahabat ini kerana jika mampu dia ingin sekali menolong meringankan beban yang ditanggung oleh rakannya itu. Kemudian, lembutlah hati kawannya itu untuk menceritakan masalahnya.

Ceritanya begini..dia dah lebih kurang 10 tahun berumahtangga, namun masih gagal untuk mendapat cahayamata. Mereka baru sahaja pulang dari mendapatkan rawatan di luar negara. Wang bukan menjadi masalah mereka dalam apa saja usaha. Doktor-doktor pakar yang merawat mereka memberi keputusan bahawa, peluang untuk mereka mendapatkan zuriat darah daging sendiri amat tipis. Ini lah yang amat menyedihkan lelaki ini selepas pulang dari rawatan luar negara. Hati manakah yang tak berat untuk meneriman tamparan ini..Kemudian si sahabat menasihati kawannya yang sedang bersusah hati ini..katanya..

Wahai sahabatku..
kenapa kamu terlalu berpegang dengan kata-kata manusia?
Sungguhpun mereka berilmu, mereka pakar dalam bidang mereka, tapi mereka tetap lah manusia bukan? Bukankah kita sepatutnya bergantung paling utama pada kuasa Allah SWT melebihi dari makhluk yang lain?
Lelaki td hanya mengangguk-angguk lemah.

Jadi, apa lagi yang sepatutnya aku usahakan? soalnya menunjukkan walaupun bersedih namun semangatnya sangat kuat dan tidak menyerah kalah dengan situasi.
Maka, sahabat ini menyarankan supaya solatlah malam. Bangun solat malam. Berdoa bersungguh-sungguh meminta hanya pada Allah Yang Maha Berkuasa dengan penuh keyakinan. Semua pemberian hanyalah dari Dia. Soal zuriat ini adalah antara kita dengan Allah, sahabatku..bukan manusia. Jika Dia memperkenankan doa kita, maka Dia akan memakbulkan.

Allahu..kawan yang tadinya tersangat lemah dan susah hati kembali bersinar air mukanya dengan harapan dan tekad untuk bersungguh-sungguh meminta dari Yang Maha Kuasa. Dengan izin Allah jua, akhirnya pasangan ini Dikurniakan zuriat yang diidamkan selama ini setelah menuruti nasihat sahabatnya itu. Alhamdulillah..
Cerita dan bait ayat kisah ini bukan direka-reka oleh aku tapi ia hasil cerita dari Ustaz Dr. Zulkifli sendiri..

Apa pun usaha yang kita giatkan, kita letakkan kebergantungan utama pada Allah SWT..namun jangan pula sesekali menunggu hasil datang bergolek tanpa sebarang usaha dan putus asa...Aku selalu berpesan pada customer-customer aku, kita hanya berikhtiar, Allah jua yang menentukan hasilnya...

Erti kebahagiaan yang sebenarnya ialah bukan pada harta benda atau apa-apa hajat yang kita yang makbul, yang kita dapat, tetapi pada taqwa iaitu kerendahan hati kita untuk bangun solat malam *berbicara dengan Tuhan*. Nasihat Ustaz Zulkifli dalam satu video berasingan..Allahukahbar...



Mengapa doa tidak makbul

Ada 10 sebab utama kenapa doa kita tidak makbul;

Salah satunya ialah kita sibuk meneliti aib atau cacat teman-teman kita tetapi tidak pernah melihat aib sendiri.

Antara sebab-sebab kecil pula ialah kita kurang berdoa, kurang kusyu' dalam berdoa dan barangkali berdoa dengan cara yang kurang betul dan tidak istiqomah/berdoa dlm keadaan tergesa-gesa (- saya lettew!.).huwaaa anak dah melalak nk dukung sambil mulut bising "Allah Bak...Allah Bak".

Doa yang lebih berkesan adalah diawali dengan urusan taubat.
Bertaubat dengan dosa-dosa lama dan meminta apa yang kita perlukan dari Allah.

Sama-sama perbaiki diri okay.

3 syarat JANGAN yang saya ingatkan diri sendiri dan kalian juga;

# Jangan hanya sibuk mengira dosa-dosa orang lain saja. Itu urusan dia dengan Allah jika tiada kaitan dengan kalian.

# Jangan menegur orang tanpa berasa diri sendiri pun pernah/sering melakukan dosa yang sama. Itu amat memalukan. Ibarat meludah kelangit.

# Jangan sibuk membandingkan harta/urusan dunia dengan orang lain kerana yang akhirat itu lebih utama dan yang dunia tiada yang milik kita, semua Allah yang punya.

Jomlah berdoa untuk akhirat masing-masing.

Muslim woman in Islam


See how beautiful of Allah's creation.

BERBISIK EMPAT MATA DAN MEMBIARKAN KAWAN KETIGA


Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid

Dalam suatu majlis dan pergaulan, sikap dan tindakan ini sungguh amat tidak terpuji. Bahkan sikap dan tindakan seperti ini sebenarnya merupakan langkah syetan untuk memecah belah umat Islam dan menebarkan kecemburuan, kecurigaan dan kebencian di antara mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan hukum dan akibat perbuatan ini dalam sabdanya,

إِذَا كُنْتُمْ ثَلاَثَةً فَلاَ يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُوْنَ اْلآخَرِ حَتَّى تَخْتَلِطُوْا بِالنَّاسِ، مِنْ أَجْلِ أَنْ ذَلِكَ يُحْزِن

“Jika kalian sedang bertiga, maka janganlah dua orang berbisik tanpa seorang yang lain, sehingga kalian membaur dalam pergaulan dengan manusia, sebab yang demikian itu akan membuatnya sedih.”( Hadits riwayat Al-Bukhari, .lihat Fathul Bari, 11/83.)

Termasuk di dalamnya berbisik dengan tiga orang dan meninggalkan orang keempat, dan demikian seterusnya.

Demikian pula, jika kedua orang tersebut berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh orang ketiga.

Tidak diragukan lagi, berbisik hanya berdua dengan tidak menghiraukan orang ketiga adalah salah satu bentuk penghinaan kepadanya.

Atau memberi asumsi bahwa keduanya menginginkan suatu kejahatan terhadap dirinya. Atau mungkin menimbulkan asumsi-asumsi (assumption)/andaian/menimbulkan syak lain yang tidak menguntungkan bagi kehidupan pergaulan mereka di kemudian hari.

Sumber: http://www.loveloveislam.com

Hari Ibu? Halal ke Haram?

Saban tahun mesti ade perbezaan pendapat tentang hukum sambutan hari ibu. Tiap-tiap tahun jadi isu. Kalau hari valentines tu ye lah ramai orang yang paham..aku jugak yg x paham2. Sambut jugak. Memanglah, sebab tu harijadi lakiku. Hueh3! Dah tua2 ni takde la nak sambut sangat pun, cuma bagi hadiah je.
Balik ke pangkal jalan nak cerita pasal hari ibu. Sudahnya orang tak paham2 jugak hukum sambutan hari ibu yang sebenarnya. Termasuklah aku! Tak paham jugak hokey. Dalam tak paham2 tu aku tak sambut pun. Reason? Aku tak tau pun tarikh hari ibu tu bila. Wahkaka. Siyes.

Seorang hamba Allah nak ucap hari ibu hari ahad. Dia dengar ustaz cakap ucap/sambut hari ibu = haram. Dia tangguhkan nak wish pd hari selasa. Isnin mak dia koma, selasa mak dia dijemput Allah SWT. Dia agak terkilan dan sangat marah dengan ustaz tersebut.

Persoalan...kenapa nak tunggu date hari ibu tu baru nak call/wish kat mak? Kenapa tak hari2 sebelum tu? Apatah lagi bila mak sakit. Aku rasa andainya kita selalu call ibu tanya khabar, skali seminggu ke, 2X seminggu ke, 3x seminggu ke atau tiap2 hari ke atau 2minggu sekali ke. Tak kisahlah janji kita selalu tanya khabar ibu,bapa sendiri. Kalau kita buat macam tu mungkin....mungkin kadar keterkilanan tu kurang terasa.

Saya menulis bukan atas dasar saya masih tinggal dengan ibu. Bukan sebab itu. Saya memahami keluhan rakan2 yang berkerluarga dan tinggal berjauhan dari ibu bapa. Saya pernah juga berjauhan. Seawal umur 13 tahun saya sudah berpisah. Masuk sekolah asrama di negeri berlainan. Hampir setiap kali bila bas akan bergerak tinggalkan mak dan negeri tumpah darahku, saya menangis. Perasaan bagai disiat-siat saat melambai mak. Maka menangislah saya seiring dengan bas bergerak. Kat asrama, selalunya public phone memang selalu ada penggayut. Kalau tak ada orang tu maknanya phone tu tak boleh gunalah tu. Wehu! Bila ada peluang, saya akan call mak.

Tiba2 teringat pasal kawan asrama. Malam tu dia kol mak dia. Dia ckp wiken tu rasa nak balik. Kuantan-Jengka tak jauh mana. Tapi, mak dia nasihat, tak yah la balik. Dia taat. Dia tak balik. Pg esoknya, saya cari dia kat dorm dia, dia takde. Ahli2 dorm dia bgtau dia balik kg. Mak dia meninggal sebelum subuh hari tu. Ya Allah!! Ada yang bagitahu masa kawan saya ni dapat panggilan dr ahli keluarga, kawan saya menangis kuat sangat dengar sampai atas. Sedih tak terkata. Sangat2 sedih tak dapat nak tahan.

Lepas abis skolah menengah, saya matrik pulak di negeri lain. Melaka. Jauhnya dari Terengganu. Oho! Demi pelajaran saya okay saja. Saya redah. Matrik tak lama. Setahun lebih2 sikit je. Dekat2 nak habis matrik, maka isilah oleh kami borang-borang UPU. Saya terdetik untuk memilih kampus di tanahair sendiri untuk sambung pengajian. Orang ikut minat, saya ikut tempat. Wehu! Maka pilihan pertama saya adalah course software engineering kampus by the sea. Kenapa software eng? Kenapakah? Ingat senangkah? Saya tahu ia satu cabaran sebab saya sudah belajar asas programming semasa di matrik. Sebab itu saya yakin untuk teruskan juga walaupun saya juga ader minat dalam bidang2 lain tapi pada masa tu saya tak nampak peluang. Dengan izin Allah pilhan pertama saya sangkut. Alhamdulillah, dekat dengan mak. (Sebenarnya jarang balik rumah sebab bz konon dengan course.) Kampus hanya beberapa minit dr rumah sista #2. Jd, cuma sering muncul di rumah kakak je, buat aktiviti haru biru kat situ macam main bakar2 ayam..bbq.

Selepas berakhir 3 tahun pengajian, saya cuba2an bekerja dengan kompeni oil n gas kepunyaan kwn baik abang ipar di kemaman. Bermula kembali episod berjauhan dari mak. Maka tinggallah saya dengan sista #3, selama 8 bulan. Saya dah bosan hidup di Kemaman, saya mula mengorak langkah ke kota metropolitan. Saya nekad untuk kejar cita2. Bukan company sekarang menyekat cita-cita saya tapi saya tak dapat 'feel' kerja yang saya nak.

Hiduplah saya di Kajang. Tak jauh dari rumah abang #5. Pun tak ada feeling sebab sunyi hidup di Kajang. Tak best. Bila dah bosan, saya nk break bekerja dan sambung belajar. Nah, hiduplah saya di tengah2 kota kuala lumpur. Beberapa minit jalan kaki dari KLCC. Menyewa bilik sama dengan kawan Terengganu, yang sama2 matrik di Melaka dulu.

Lps tu dapat praktikal di Shah Alam. Nah kau, makin jauh. Tapi dekat dengan rumah abang #9. Tinggal dengan dia.Habis praktikal dapat kerja di bangunan yayasan selangor, tak jauh dari HKL. Walaupun tinggal dengan family abang, saya semakin merindui mak, rumah, negeri sendiri. Apatah lagi mak saya hidup sendirian bila kakak-kakak semua bertemu jodoh. Saya sebagai anak bongsu mula panas punggung memikirkan semua ini. Saya mula merisik-risik kerja di tanahair dari kenalan2 lama. Dalam seminggu, ader la dalam 3X saya akan call mak. Saya akan cerita atau cakap apa saja. Saya tak kisah atau berkira berapa banyak duit untuk kredit, yang penting saya dengar suara mak.

Oh! sungguh dan serius director dan manager enggan lepaskan saya pulang bekerja di tanahair. Ah! Tak kira, saya terpaksa, Rezeki dah datang, saya kene pulang ke pangkuan mak. Bila dah hidup dengan mak, tak kiralah hari apa pun, kalau saya nak bagi hadiah, saya tak tunggu harijadi mak,  atau hari ibu. Bagi saja bila2 pun. Sebulan skali bila dapat gaji. Apa yang saya amalkan ialah saya cuba penuhi apa yang mak saya harapkan. Ala, bukan benda2 bsr pun..

Tahun ke2 saya bekerja di negeri sendiri, pd satu pagi saya dpt sms dr kwn baik sejak sekolah rendah.

"Ida, mok aku ninggal doh..".

Mata saya terbeliak baca sms tu. Terngiang-ngiang suara mak dia time kitorg lepak2 rumah dia masa abis waktu sekolah. Saya terus kol kwn ni. Saya ajak sorg kawan ofc pergi melawat jenazah. Sampai2, muka kwn saya sembab, bengkak, mata merah, dia tengah mengandung 7 bulan anak pertama..

"Ida, dok dang mok aku nk tgk ank aku..."

Oh! Azura...(sesungguhnya kesedihan ini tak mampu buat aku berkata-kata lagi.). Saya hanya mampu menggosok-gosok belakang bdn dia. Kami masuk baca Yasin. Dia pun baca lagi sama2 saya dan kawan office. Time saya baca, saya tak dapat nak tahan sedih. Menangis dalam diam, takkan saya nak menambahkan airmata kawan baik sendiri. Sebelum kami berpisah untuk kembali ke pejabat, tiada kata-kata yang mampu saya ucapkan. Waktu bersalam, saya hanya memandang matanya dalam2, sayu, redup. Perkataan sabar bukan lagi terbaik dan tidak cukup untuk saya ungkapkan. Saya peluk dan gosok2 lagi belakang dia.

Sesungguhnya kawan2 baik saya sungguh kuat dan tabah. Sebab itu Allah uji dengan ujian berat. Dan Allah menggantikan dengan nikmat yang lain pula.

Berbalik ke topik asal. Jadi haram ke tak sebenarnya sambutan hari ibu ni? Entah.

Pada pendapat saya yang hina dina tak pandai agama sangat ni, sebelum sambut hari apa2 pun, kita kene tahu sejarah dulu. Kalau date tersebut takde sangkut paut dengan agama bukan Islam, its OK. Else, janganlah tebeng. Takot tersasar akidah. Jangan kerana nak menghargai ibu sampai akidah terpesng. Ingat, niat tidak menghalalkan cara. Dan tak ade darurat pun yang menyebabkan kita kene jugak hargai hari ibu ON THAT DATE kan. Banyak lagi hari2 lain kalau nak ambik bulan yang sama pun. Saya malas nak research pasal date hari ibu tu. Keluarga saya sambut juga kebetulannya bukan pada date tersebut, tapi asalkan ibu kami berkunjung ke daerah anak2 anak tinggal. Jd, mereka ambik kesempatan utk raikan. Sambut hari ibu tu tak ada salahnya bagi saya namun membesar2kan tarikh itu mungkin jadi masalah akidah SEANDAINYA tarikh itu berkenaan sejarah yang jauh dari agama kita.

Jump to conclusion, tak perlu nak tunggu date hari ibu (yang dicipta/ditentukan oleh org bukan Islam) tu, pilihl a hari lain mana2 hari yang kita suka, kene dengan masa lapang kita dan kita sepakat dengan ahli keluarga, adik beradik untuk meraikan mak kita. Kaaaan?




PANDUAN menjadi SUAMI yang BAIK

Asyik-asyik saya terjumpa artikel tentang panduan isteri solehah. Loya juga baca berkali-kali. Dalam ceramah lagi la selalu sangat. Dalam drama. Kali ni saya nak share PANDUAN menjadi SUAMI yang BAIK pula.

Ustaz Azhar Idrus: Panduan Suami Baik

* Pasang niat dan berdoa untuk menjadi suami terbaik. Tanpa berniat dan berdoa anda tidak mungkin jadi suami yang cemerlang. Ramai suami terlupa.

* Bersyukur kerana mempunyai pasangan hidup. Yakinlah bahawa isteri anda adalah pasangan terbaik yang Tuhan tentukan untuk anda. Ketentuan Tuhan adalah yang terbaik.

* Suami mithali menjadi kebanggaan isteri. Pastikan anda membentuk sifat positif dan istimewa.

* Cuba tanya diri apakah sifat atau amalan yang boleh dibanggakan oleh isteri anda.

* Setiap hari pulang dengan senyum dan bersemangat. Apabila suami tersenyum, isteri dan anak-anak akan bahagia dan rahmat Tuhan akan turun. Senyumlah apabila sampai ke rumah.

* Pastikan anda ada masa untuk berbual dengan isteri setiap hari. Semua isteri bahagia apabila dapat berbual dengan suami. Berapa minit yang anda luangkan untuk berbual dengan isteri setiap hari ?

* Telefon isteri ataupun hantar SMS sekadar untuk menyatakan yang anda sayang ataupun rindu pada isteri. Isteri anda akan berasa seronok dan bahagia apabila mendapat panggilan ataupun mesej tersebut.

* Hiburkan hati isteri anda dengan bercerita, buat lawak atau gurauan yang mesra. Setiap gurauan mengubat hati isteri dan mengeratkan hubungan suami isteri.

* Pastikan anda bergurau senda dengan isteri di dalam kenderaan semasa dalam perjalanan ke tempat kerja ataupun ke mana sahaja. Ramai suami membazir masa dengan membisu semasa di dalam kenderaan.

* Amalkan makan bersama setiap hari. Berbual mesra dan nasihat menasihati semasa makan. Amalan ini akan menarik hidayat Tuhan dan mengeratkan hubungan. Elakkan berbual perkara yang melalaikan semasa makan.

* Ajak isteri mandi bersama sekali sekala. Bergurau senda semasa mandi bersama adalah sunah yang dapat mengeratkan hubungan suami isteri.

* Bantu isteri melakukan kerja rumah. Ini adalah sunah yang dapat meringankan beban isteri, mengeratkan kasih sayang dan menbahagiakan pasangan anda.

* Amalkan mesyuarat keluarga sekerap yang mungkin. Amalan bermesyuaratmenarik hidayat Tuhan,mengeratkan hubungan dan menyelesaikan banyak masalah.

* Pastikan penampilan anda anggun, kemas, bersih, wangi, sihat dan ceria. Ramai suami inginkan isteri yang mengancam, tetapi mengabaikan penampilan diri sendiri. Mana adil ?

* Didik isteri dengan memberi nasihat dan perigatan secara hikmah. Jadikan tindakan dan amalan anda sebagai contoh teladan yang cemerlang. Elakkan cakap tak serupa bikin.

* Berikan nafkah kepada isteri mengikut keperluan keluarga dan kemampuan suami. Ramai suami mengabaikan nafkah kerana isteri bekerja. Ramai suami yang kedekut dan berkira. Ini menyebabkan isteri derita dan rumahtangga terancam.

* Jadikan penawar hati kepada isteri. Ambil berat keperluan dan kemahuan dan peka kepada emosi dan situasi isteri. Isteri yang bahagia membentuk keluarga sejahtera

* Sentiasa taat kepada semua perintah Tuhan dan memastikan keluarga juga patuh kepada Tuhan.

* Suami mithali sentiasa menyimpan rahsia isteri. Ramai suami secara sengaja ataupun tidak sengaja menceritakan keburukan isteri kepada orang lain. Ini wajib dihentikan.

* Muliakan keluarga isteri seperti keluarga sendiri.


Ada suami yang membeza-bezakan antara keluarganya dan keluarga isteri. Ada suami yang memusuhi keluarga isteri. Anda bagaimana ?

* Bentuk sifat cemburu yang positif. Cemburu tanda beriman, sayang dan endah. Suami yang tidak cemburu adalah dayus. Isteri amat suka apabila suaminya ada sifat cemburu. Dia rasa dihargai.

* Jadilah suami yang pemaaf. Syurga isteri di bawah tapak kaki suami.Maafkanlah isteri setiap malam sebelum tidur supaya rumah tangga bahagia dan isteri mudah masuk syurga.

* Tegur kesilapan isteri dengan hikmah dan kasih sayang. Isteri merajuk bukan sebab ditegur, tetapi cara ditegur yang kasar. Apabila suami kasar, isteri jadi takut, bingung, hiba dan memberontak.

* Gunakan Nabi Muhammad sebagai model. Hidupkan amalan sunah dalam rumahtangga. Sebut nama rasul apabila mendidik dan menasihati keluarga bagi mendapat hikmah.

* Mendahulukan keperluan isteri daripada orang lain. Ini adalah tertib memberi khidmat. Ramai suami yang melebihkan orang lain daripada isterinya. Elakan kesilapan ini.

* Suruh isteri dirikan sembahyang dan ibadah lain. Apabila berjauhan, telefon ataupun SMS bagi mengingatkan sembahyang. Wasiatkan isteri untuk sembahyang fardu dan sunat. Buat pesanan ini sehingga suami meninggal dunia.

* Cintai isteri sepenuh hati. Cintai tanpa syarat, bertambah mengikut usia, penuh kemaafan, memberi tenaga,tidak pernah sensara serta berteraskan iman dan takwa.

* Sentiasa berubah secara positif. Sebelum cuba ubah isteri dan keluarga, ubah diri dulu. Apabila suami berubah, keluarga akan turut berubah. Apabila suami cemerlang, isteri akan gemilang.

* Pamer keprihatian yang tinggi terhadap keluarga. Ramai suami tidak ambil kisah dengan keluarga mereka.Cuba tanya apa lagi khidmat tambahan yang patut berikan kepada keluarga.

* Pamer kematangan yang tinggi. Orang yang matang tenang, sabar, waras, bijaksana, dapat membuat keputusan dan cekap menyelesaikan masalah.

* Memuliakan semua perempuan bukan sekadar isterinya. Ramai lelaki cuba hormat wanita tertentu sahaja. Ramai isteri yang kecewa terhadap suami yang menghina atau tidak hormat sebarang wanita termasuk pembantu rumah.

* Bentuk beberapa sifat wanita yang terpilih dalam diri suami. Nabi Muhammad amat pemalu, pemaaf, peka, endah dan mudah menangis. Sifat wanita yang ada pada lelaki menaikkan martabat lelaki dan lebih disayangi wanita.

* Mahir dalam menguruskan keluarga. Peka dengan masalah dan karenah ahli keluarga, cekap mencari punca masalah, mencari alternatif penyelesaian dan memilih penyelesaian yang optimum.

* Membaiki diri secara berterusan. Tingkatkan iman dan takwa, cuci hati dengan sembahyang taubat, istighfar,memaafkan dan minta maaf, berkawan dengan orang yang baik, pendapatan yang berkat dan baiki amalan dan tindakan.

* Jadi contoh atau model terbaik untuk keluarga. Doa dan usaha supaya setiapperbuatan anda dapat dicontohi dan dibanggakan ahli keluarga. Apakah sifat dan amal anda yang dapat dicontohi oleh ahli keluarga ?

* Jadikan diri anda pendorong dan motivator berkesan unutk keluarga. Sentiasa beri galakan dan belaian. Elak marah, kritik ataupun hina keluarga. Fikir positif dan bersangka baik terhadap keluarga.

* Tingkatkan ilmu berkenaan agama. Lazimnya, suami yang mendidik keluarga berkenaan agama. Belajarlahilmu agama dengan niat mendidik diri dan keluarga.

* Sentiasa menegakkan kebenaran. Tegas menyatakan apa yang buruk dan apa yang baik. Elak mengenepikan kebenaran semata-mata bagi menjaga hati ahli keluarga. Tegakkan kebenaran dengan hikmah.

* Bertindak tegas dan lemah lembut mengikut situasi. Tegas dalam menyeru ke arah kebaikan. Lemah lembut dalam menegur dan memberi nasihat. Tegas sangat orang memberontak, lembut sangat orang pijak.

* Latih diri memuji dan menghargai isteri. Ramai suami yang pandai kritik tetapi tidak tahu memuji. Belaian merawat emosi dan fizikal isteri dan membuat dia terasa disayangi. Cari peluang untuk sentiasa memuji.

* Cari peluang untuk bertindak romantis terhadap isteri. Ini termasuk senyum, lemah lembut, sebut sayang tiga kali sehari, buat sebelum disuruh, sentuhan sayang, pujian dan memberi hadiah.

* Fahami yang isteri ingin selalu di sisi suami. Suami pula berjauhan dengan isteri sekali sekala. Apabila berjauhan, telefon, SMS ataupun e-mel untuk bertanya khabar, berikan maklumat dan mengubat rindu.

* Bentuk kerjasama yang mantap dengan isteri. Pamer kesatuan hati dan pendapat kepada anak-anak dan orang lain. Wujudkan kerjasama melaui mesyuarat, berbual, tolak ansur, bermaaf-maafan dan banyak berdoa.

* Nilai diri daripada kaca mata isteri. Buang sifat dan amalan yang isteri benci. Berusaha keras melakukan perkara yang isteri suka. Apabila isteri bahagia, suami akan bertambah bahagia.

* Apabila suami melayan isteri seperti mana dia melayan kawan, pasti isteri bahagia. Bayangkan cara anda melayan isteri sebelum kahwin. Ulangi layanan itu sekarang. Pasti hebat kesannya.

* Suami wajar belajar jadi mengikut setia. Patuhi cadangan, pandangan dan pandapat isteri yang betul. Jangan bangkang perkara yang baik. Kawal macho dengan saksama.

* Buat undang-undang dalam rumah tangga. Apabila suami marah, isteri mesti senyap. Apabila isteri marah,suami mesti senyap. Ini mengelakkan daripada bergaduh. Orang tidak boleh bergaduh sendirian.

* Latih gerak batin anda supaya serasi dengan gerak batin isteri. Serasikan gerak batin dengan berdoa, patuh perintah Tuhan, maafkan isteri, bersangka baik dan lakukan perkara baik untuk isteri mengikut sebarang lintasan dalam hati.

* Pimpin isteri dengan nasihat dan kasih sayang. Pesan selalu dan nasihat sekali-sekala. Waktu terbaik nasihat adalah semasa rehat, minum petang, waktu bersiar-siar dan semasa hendak tidur.

* Seimbangkan hidup dengan sempurna. Rajin di tempat kerja, rajin juga di rumah. Peramah dengan kawan, peramah juga dengan isteri. Disiplin di pejabat, disiplin juga di rumah. Sabar dengan orang, sabar juga dengan isteri. Di luar dan di dalam rumah serupa.

* Urus stres dengan sempurna supaya keluarga tidak terjejas. lakukan riadah, berdiet, hentikan merokok,bercampur dengan orang positif, bermain dengan bayi, tengok ikan di akuarium, menyanyi, sembahyang taubat dan maafkan semua orang.

Persoalan hukum hudud yang always hot

Asyik fokus pada diri sendiri. Tidak baik juga untuk kesihatan. Asyik fokus kepada sekeliling tidak baik juga untuk ketenangan jiwa. Namun, setiap masa perlu peka dengan situasi dan isu semasa. Kadang-kadang ia amatlah non-sense.

Sekarang isu hudud kembali bergema. Non-sense maksud saya di atas ialah berkenaan pendapat-pendapat orang awam. Wardina sudah bagi amaran pada para artis.

H.u.d.u.d.
Sebelum membuka bicara amat wajiblah menelaah sebanyak mungkin sehingga pening apa itu hudud. Sebab perkataan itu bukan yang kita cipta OK. Bukan yang manusia tetapkan OK. Bukan yang terbit dari kamus dewan bahasa dan pustaka OK.

Sebelum perlu melancarkan kata-kata member pendapat perlu atau tidak, elok sangatlah mencari makna hukum hudud yang sebenar-benarnya.

Hukum Hudud ertinya hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh ALLAH dalam Al Quran dan Hadis kadar hukumannya (seksaannya) ke atas kesalahan-kesalahan jenayah tertentu, yang tidak dibolehkan manusia mengubah, menokok atau mengurangkannya. Seperti, hukum potong tangan kepada pencuri, hukum dipancung kepala ke atas orang yang tinggalkan sembahyang tiga waktu berturut-turut sesudah dinasihati, hukuman sebat kepada pembuat fitnah, hukuman rotan 80 kali kepada peminum  arak, hukuman rejam sampai mati kepada penzina yang sudah pernah berkahwin dan rotan 100 kali kepada penzina yang belum kahwin, dll.

Ada faham tak? Atau masih slow? Oh, ayat saya sudah berbau garang macam Hamka Kereta Mayat pula. 
Sebelum bercakap tentang perlu atau tidak, diminta khatam betul-betul APA ITU hudud. WHAT come first. Then barulah WHEN, WHERE dan seterusnya sehingga HOW. Jika WHAT sudah failed, W's yang lain-lain pun lagilah failed. Apatah lagi H(How).

Kenapa pendapat hukum hudud ni masih bercanggah? Why? Sebab fokus kita sudah lari. Fokus sudah twist. Siapa yang lebih patut dikasihankan? Mangsa rogol atau perogol? Mangsa curi/ragut(sehingga hilang nyawa) atau peragut? Setiapkali berlaku kes curi/ragut yang agak kejam semua seolah geram akan si pesalah. Eh! Rasa nak belasah je kan pesalah tu sampai tak boleh bangun? Tapi, bila tiba persoalan hudud, hukuman buat pesalah. EH! EH!(macam majalah EH! pula), eh tiba-tiba je nak menyebelahi pesalah. Kesiannya pada pesalah. Nanti dia tak cukup tangan. Apakah tangan dia dicipta Allah untuk mencuri. Yes, mungkin dia terpaksa, tetapi perbuatan itu tetap salah. 

"Ala, si budak tu, dah berapa kali masuk keluar penjara, tak serik-serik jugak".

"Dulu matanya dah lebam dipukul polis sebab mencuri, tapi baru-baru ni, dia buat lagi kat kedai Pak Mamat." (Kesian pada matanya yang lebam ke kesian pada Pat Mamat yang rugi?)

"Kalau dah sekali berzina, agak confirmlah hal demikian akan berulang dan berulang."
(Kesian pada penzina tu ke atau kesian pada mak ayah yang melahirkan dia dan ahli keluarganya yang lain? Kalau termengandung, terlalu kasihan pula pada bayi tu. Nasib tak baik awal-awal kene bunuh. Kalau lahir pun nasibnya malan juga. Terpaksa beribu bapakan penzina.)


* Refer komen seorang ustazah yang kini seorang menteri di jabatan perdana menteri berkenaan isu hudud.
(Don't do that at public, in front of anyone.)

Tangan putus je ker yang dia orang bayangkan? Harapan-harapan mangsa kecurian yang putus tu dia orang nampak tak? Katakanlah si pencuri ni berjaya merompak duit hantaran saya lebih 2 tahun yang lepas. Ada harapan ke saya kahwin time tuh? Wah gitu contoh kisah benar.

* Refer pula pendapat Ustaz-ustaz tersohor berkenaan perkara tersebut.

Buka(jangan tepuk) kitab Allah, dan baca terjemahan dan tanyelah diri sendiri. Mana yang betul mana yang salah. Apa yang perlu dilakukan untuk menghentikan dari kesalahan daripada terus berlaku.

p/s: Laptop saya(sebenarnya co. yang punya) sampai sekarang belum dapat kat tangan. Pencuri sudah menyusahkan hidup saya. Kesian kat dia kan kan? Sebab hidupnya terpaksa mencuri. Tak perlulah kesian pada saya, saya kan taukey kilang Dell. Padahal peminat dell jer. Nak minat Apple tak mampu.

6 cara memperolehi pahala secara berterusan walaupun kita sudah meninggal dunia


Six easy ways to earn even after death 
  • Give a copy of quran to someone. Each time one reads from it, you gain.
  • Donate a wheelchair to a hospital. Each time sick person uses it, you gain.
  • Participate in building a masjid.
  • Place watercooler in a public place.
  • Plant a tree. You gain whenever a person or animal sits in its shade or eats from it.
  • And the easiest of all, share this message with people. Even 1 applies any of the above, you gain.
Copy from FL.